kedai.my.id/ MUARA TEWEH – Yayasan Katalia Agradia Barito Utara menggelar kegiatan potong rambut massal pada penutupan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) 2025 sebagai aksi solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan dilaksanakan dengan sistem donasi seikhlasnya, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Seluruh hasil donasi dari kegiatan potong rambut massal ini disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di dua provinsi tersebut.
Ketua Yayasan Katalia Agradia Barito Utara, Hj. Henny Rosgiati Rusli, mengatakan kegiatan ini digagas sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Ia menambahkan, aksi sosial ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.
Penutupan PORKAB 2025 yang biasanya diwarnai suasana perayaan, kali ini dimaknai lebih dalam melalui kegiatan sosial yang bermanfaat langsung bagi korban bencana.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, turut memberikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Katalia Agradia tersebut.
Menurut Bupati, kegiatan potong rambut amal ini mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi karakter masyarakat Barito Utara.
“Aksi kemanusiaan seperti ini patut dicontoh. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama harus terus kita rawat,” kata Shalahuddin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi komunitas lain untuk ikut berkontribusi membantu korban bencana di berbagai daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, dengan banyak warga memanfaatkan layanan potong rambut sambil memberikan donasi.
Selain membantu korban bencana, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara masyarakat, relawan, dan panitia PORKAB.
Panitia memastikan seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan secara transparan melalui jalur resmi bantuan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, penutupan PORKAB 2025 tidak hanya menjadi ajang akhir kompetisi olahraga, tetapi juga momentum memperkuat nilai empati dan solidaritas sosial. (Shp/Maulana Kawit)