Agroforestri Bukit Jalungga, Langkah Sukamara Hadapi Krisis Lingkungan Global

kedai.my.id/, SUKAMARA Bupati Sukamara Masduki menegaskan bahwa agenda penanaman pohon yang digelar Karang Taruna Kabupaten Sukamara di kawasan Bukit Jalungga, Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Sabtu 20 Desember 2025, sejalan dengan langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons krisis global, khususnya terkait perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Menurut Masduki, pendekatan agroforestri yang diterapkan dalam kegiatan tersebut menjadi contoh nyata pelestarian lingkungan yang berkelanjutan sekaligus produktif bagi masyarakat.

“Penanaman pohon ini adalah bagian dari langkah konkret pemerintah dalam penanggulangan krisis global. Konsep agroforestri menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Masduki.

Ia menegaskan, model seperti ini tidak boleh berhenti di satu lokasi, tetapi perlu dikembangkan menjadi gerakan bersama di seluruh desa di Kabupaten Sukamara.

“Kami mendorong agar kegiatan seperti ini menjadi gerakan di tiap-tiap desa. Lingkungan terjaga, ekonomi bergerak, dan masyarakat menjadi pelaku utama,” ujarnya.

Masduki juga mengapresiasi pemilihan Bukit Jalungga sebagai lokasi kegiatan. Kawasan ini dinilai memiliki nilai strategis karena telah berkembang sebagai objek wisata alam unggulan sekaligus memiliki potensi besar untuk pengembangan agroforestri berbasis masyarakat.

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari implementasi penyaluran Dana FOLU Net Sink 2030 melalui Sumber Dana Kerja Sama Indonesia-Norwegia Tahap Kesatu, yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XII Palangka Raya, dan dilaksanakan di wilayah UPT KPHP Sukamara-Lamandau.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sebanyak 2.244 bibit yang terdiri dari bibit jengkol dan aren. Kedua jenis tanaman ini dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus nilai ekonomi yang dapat dikembangkan dalam skema agroforestri dan mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Bupati Sukamara menilai program FOLU Net Sink 2030 memberikan ruang bagi daerah untuk berkontribusi langsung terhadap target nasional penurunan emisi, sekaligus memperkuat tata kelola hutan yang berkelanjutan di tingkat tapak.

Kegiatan ini turut dihadiri para kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Sukamara, para camat se-Kabupaten Sukamara, Karang Taruna tingkat kecamatan dan desa, Pramuka, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari BPHL Wilayah XII Palangka Raya serta KPHP Sukamara-Lamandau yang selama ini berperan dalam pendampingan pengelolaan kawasan hutan dan pengembangan agroforestri di Kabupaten Sukamara.

Di lokasi yang sama, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukamara, Aan Nurhasan, menegaskan komitmen Karang Taruna dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengembangan ekowisata Bukit Jalungga sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Karang Taruna berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong penguatan ekowisata Bukit Jalungga. Penanaman pohon ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kawasan tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Aan.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda menjadi kunci keberlanjutan program lingkungan dan pariwisata berbasis desa.

“Melalui demplot agroforestri dan pengembangan potensi wisata alam, kami ingin pemuda hadir sebagai motor penggerak perubahan, sehingga tercipta sinergi antara pelestarian alam, peningkatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kunjungan wisata,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kawasan wisata, memperkuat peran masyarakat desa, serta mendukung target FOLU Net Sink 2030 melalui praktik agroforestri dan konservasi yang produktif.

Editor: Andrian

Share it