Implementasi BerAKHLAK Dinilai Positif, Sepuluh OPD Barito Utara Raih Predikat A

kedai.my.id/, MUARA TEWEH – Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai menunjukkan hasil konkret. Berdasarkan Survei Budaya Kerja dan Evaluasi Implementasi Core Values ASN BerAKHLAK Tahun 2025, sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah tersebut berhasil meraih predikat A atau kategori “Sehat”.

Capaian ini menempatkan Barito Utara sebagai salah satu daerah dengan kinerja aparatur yang dinilai konsisten dalam menerapkan nilai-nilai dasar aparatur sipil negara, khususnya dalam aspek pelayanan, akuntabilitas, dan profesionalisme kerja.

Predikat “Sehat” diberikan berdasarkan Indeks BerAKHLAK, sebuah instrumen penilaian yang mengukur penerapan tujuh nilai dasar ASN, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif di masing-masing OPD.

Hasil evaluasi menunjukkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara menempati posisi teratas dengan nilai 80,97. Posisi berikutnya ditempati RSUD Muara Teweh dengan skor 80,46, disusul Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Barito Utara yang memperoleh nilai 80,04.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menilai pencapaian tersebut menjadi indikator positif keberhasilan reformasi birokrasi yang terus didorong pemerintah daerah.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa aparatur sipil negara di Barito Utara mampu bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada masyarakat,” ujar Shalahuddin.

Menurutnya, implementasi nilai-nilai BerAKHLAK bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi harus tercermin dalam perilaku kerja dan kualitas pelayanan publik sehari-hari.

“Jika ASN bekerja dengan integritas dan berorientasi pada pelayanan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan tumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi OPD lain untuk terus memperbaiki kinerja, sekaligus menjaga konsistensi dalam membangun budaya kerja yang sehat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(SHP/Andrian)

Share it