kedai.my.id/, PALANGKA RAYA – Pendapatan daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) dari sektor ekspor batu bara dilaporkan belum optimal. Hal ini disebabkan keterbatasan infrastruktur yang membuat aktivitas ekspor masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa sebagian besar batu bara dari Kalteng masih diekspor melalui Pelabuhan Trisakti.
“Seperti batu bara, keluarnya ke Trisakti. Ekspornya dari situ,” kata Leo kepada wartawan usai menghadiri kegiatan rilis akhir tahun di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.
Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan daerah yang seharusnya tercatat di Kalteng justru masuk ke wilayah lain.
Leo menilai, secara geografis Kalteng sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengelola ekspor secara mandiri.
“Kalau masuknya dari Kapuas atau Murung, itu hanya belok sedikit saja,” ujarnya.
Namun demikian, keterbatasan infrastruktur pelabuhan menjadi kendala utama yang hingga kini belum dapat diatasi sepenuhnya.
“Kita belum siap dari sisi infrastruktur pelabuhan,” ungkapnya.
Selain pelabuhan, kondisi alur sungai juga menjadi faktor penghambat. Alur sungai di sejumlah wilayah dinilai belum memadai untuk dilalui kapal besar.
“Alur sungainya juga harus dikeruk supaya bisa menyamai seperti di Trisakti,” jelasnya.
Leo menyebutkan bahwa pengerukan alur sungai menjadi langkah penting untuk membuka akses ekspor dari dalam wilayah Kalteng.
Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng pun telah merencanakan upaya perbaikan tersebut dalam waktu dekat. “Rencananya mulai tahun depan, 2026,” tandasnya.
Dengan peningkatan infrastruktur pelabuhan dan alur sungai, Pemprov Kalteng berharap ekspor batu bara dapat dilakukan langsung dari wilayah sendiri sehingga pendapatan daerah dapat meningkat secara signifikan.
Editor: Andrian