Gas Elpiji Mahal, Pemkab Barito Utara Turun Tangan Stabilkan Harga

kedai.my.id/, MUARA TEWEH – Lonjakan harga gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram yang menembus angka Rp50 ribu per tabung memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Barito Utara. Kondisi ini terutama dirasakan warga berpenghasilan rendah yang bergantung pada gas melon untuk kebutuhan harian.

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat dengan menggelar pasar penyeimbang elpiji. Langkah ini dilakukan sebagai upaya stabilisasi harga dan menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak distribusi gas bersubsidi.

Pasar penyeimbang tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dan didampingi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara. digelar di halaman Kantor Kecamatan Teweh Tengah.

Melalui program ini, elpiji tiga kilogram dijual dengan harga Rp25 ribu per tabung, jauh di bawah harga yang sebelumnya beredar di tingkat pengecer. Kebijakan tersebut disambut antusias oleh warga yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar penyeimbang ini. Rabiatul, warga RT 08 Teweh Tengah, mengatakan harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali. Kalau beli di luar sudah mahal, di sini harganya masih wajar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Isna, warga lainnya, yang berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Menurutnya, ketersediaan gas dengan harga terjangkau sangat penting bagi kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara, Marwati, menjelaskan bahwa kuota awal yang disiapkan untuk Kecamatan Teweh Tengah mencapai 260 tabung elpiji.

Ia menambahkan, pasar penyeimbang elpiji tidak hanya dilakukan di Teweh Tengah. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sembilan kecamatan lain di wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai bagian dari upaya pemerataan distribusi.

“Program ini akan terus kami lanjutkan setelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan pihak Pertamina, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” pungkas Marwati.

(SHP/Andrian)

Share it