Listrik Desa Masih Terbatas, Bupati Barito Utara Janjikan Penyelesaian Bertahap

kedai.my.id/, MUARA TEWEH – Ketimpangan layanan listrik masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah desa di Kabupaten Barito Utara. Keluhan mengenai aliran listrik yang belum merata serta jam nyala yang terbatas kembali mencuat dalam kunjungan kerja Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan di Kecamatan Gunung Purei, Senin, 1 Desember 2025.

Dalam pertemuan tersebut, tiga kepala desa secara langsung menyampaikan kondisi riil di lapangan. Mereka adalah Kepala Desa Bukit Sawit, Kepala Desa Lemo II, dan Kepala Desa Lampeong, yang sama-sama mengeluhkan keterbatasan layanan listrik bagi warganya.

Kepala Desa Lampeong, Surianata, mengungkapkan bahwa listrik di wilayahnya hanya menyala pada malam hari dan padam total pada siang hari. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menghambat pelayanan pemerintahan desa.

“Untuk kami di kantor desa sangat kesulitan saat bekerja. Terpaksa menggunakan genset. Apalagi keluhan masyarakat kepada saya hampir setiap hari terkait penyaluran listrik ini,” ujar Surianata.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa persoalan listrik desa telah masuk dalam program unggulan pemerintah daerah yang akan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Menurutnya, masalah kelistrikan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan kebutuhan dasar lainnya seperti jaringan internet, kondisi jalan dan jembatan, serta ketersediaan tenaga pengajar di wilayah pedesaan.

“Semua keluhan masyarakat yang disampaikan hari ini sudah kami catat dan sudah masuk dalam perencanaan program unggulan pemerintah daerah,” kata Shalahuddin.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan PLN dan Telkom, guna mempercepat penyelesaian persoalan listrik dan jaringan komunikasi di desa-desa.

Sebagai langkah konkret, Shalahuddin menyebutkan akan membentuk tim percepatan pembangunan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.

“Kita targetkan mulai 2026 sudah berjalan, dan paling tidak tahun 2027 seluruh desa di Barito Utara sudah terang dan sinyal juga tersedia,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap, dengan perbaikan infrastruktur dasar secara bertahap, kualitas hidup masyarakat desa dapat meningkat dan kesenjangan layanan publik antarwilayah dapat ditekan.

(SHP/Andrian)

Share it